Puluhan Siswa SD di Onozitoli, Nias Utara Keracunan Makanan Tambahan Bergizi Gratis

AkpersiNews.com | Onozitoli, Nias Utara, 31 Oktober 2025 – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) 071027 di Desa Onozitoli, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan tambahan bergizi gratis yang disediakan oleh dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis).

Menurut laporan awal, kejadian bermula setelah para siswa mengonsumsi makanan tambahan saat jam istirahat. Tidak lama kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut, mual, muntah, dan pusing. Diduga, keracunan ini disebabkan oleh konsumsi susu yang kadaluarsa dan lauk yang mengandung ulat. Pihak sekolah bertindak cepat dengan memberikan pertolongan pertama, menghubungi petugas kesehatan, dan segera membawa siswa ke rumah sakit terdekat.

“Saya dari DPC AKPERSI Gunung Sitoli sangat prihatin dengan kejadian ini. Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan semua siswa mendapatkan penanganan medis yang memadai,” juga menyatakan akan mendukung investigasi lebih lanjut terkait penyebab keracunan ini.

Tim medis dari Puskesmas Sawo berusaha keras menangani para siswa yang terdampak keracunan. Sebagian siswa dengan gejala ringan dirawat di tempat, sementara yang mengalami gejala lebih serius dirujuk ke Rumah Sakit Thomsen Gunungsitoli.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses investigasi. Sampel makanan tambahan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Nias Utara melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan belum memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut dan belum melakukan evaluasi terhadap program makanan bergizi gratis.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program ini guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. Kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama kita bersama,” tambah perwakilan sekolah.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat kejadian ini. Pihak berwenang masih terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi para siswa yang terdampak.

Penulis: SRN Har

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *