PT. Agrinas Palma Nusantara Riau: Mengelola Jutaan Hektar Lahan Demi Kedaulatan Sawit

AkpersiNews.com/Pelalawan-Riau, – PT Agrinas Palma Nusantara regional Riau adalah perusahaan BUMN, menandai satu tahun kiprahnya pada 16 Januari 2026. Kepala Regional 1 Riau, Joko Handoko, menyampaikan bahwa perusahaan ini bukan hanya sebagai entitas bisnis, melainkan pengelola amanah negara. Senin (9/02/2026).

“Kami ingin menjadi rumahnya petani, bapaknya di Indonesia, tempat berteduh, tempat berkeluh kesah, dan tempat berlindungnya,” kata Joko Handoko.

PT Agrinas Palma Nusantara mengelola sekitar 1,7 juta hektar lahan strategis sebagai kontribusi nyata bagi ketahanan dan kemandirian energi nasional. Perusahaan ini berharap dapat menjadi pelindung bagi petani sawit Indonesia, khususnya di Riau.

“Cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia dari bawah menjadi motivasi kami,” tambah Joko Handoko.

Sejalan dengan aspek cita Presiden dalam membangun Indonesia dari Hulu serta memperkuat Hilirisasi dan ekonomi Sawit Nasional.

Joko Handoko juga menjelaskan bahwa wilayah Ex duta Palma belum ingkraah, sehingga statusnya masih titipan Kejaksaan Agung. Ia berharap dukungan dan doa agar proses hukum segera berkekuatan hukum tetap, sehingga Agrinas dapat memperoleh kewenangan penuh dalam pengelolaan.

Pada kesempatan ini Joko menyampaikan Motivasi kami sama-sama berkomitmen dan ekosistem, menghasilkan produk yang unggul tentunya dari semua produk-produk yang ada. Memperlihatkan tentang lingkungan alam dan memperhatikan kondisi sosial khususnya kondisi sosial dimasing-masing kebun.

Ketua Umum APKASINDO, Gulat ME Manurung, mengatakan, “Semoga PT Agrinas Palma Nusantara, (APN) menjadi rumahnya petani sawit Indonesia, bapaknya petani selalu di Indonesia.”

PT Agrinas Palma Nusantara (BUMN) ini membawahi empat regional di Provinsi Riau dan berkomitmen untuk menjaga keseimbangan produktivitas lingkungan dan kondisi sosial masyarakat.

Ros.H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *