AkpersiNews.com/SURAKARTA — Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Pekanbaru-Riau, Rosbinner Hutagaol, dinyatakan lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang muda yang diselenggarakan PT Aksara Solopos di Griya Solopos, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (29-30/8/2026).
Rosbinner mengikuti UKW bersama empat wartawan MZK News lainnya. Kelima peserta tersebut dinyatakan berkompeten setelah mengikuti seluruh rangkaian ujian selama dua hari.
Ketua Pelaksana UKW Solopos, Syifaul Arifin, mengatakan sebanyak 15 peserta dinyatakan berkompeten dalam pelaksanaan UKW tersebut.
“Hasilnya 15 peserta dinyatakan berkompeten,” kata Syifaul saat penutupan kegiatan, Minggu sore (30/8/2026).
Lima wartawan dari MZK News yang dinyatakan lulus yakni Martha Syaflina dari Jepara, Rosbinner Hutagaol dari Pekanbaru, I Nyoman Artha Wirawan, S.Pt., I Gede Putu Wiguna dari Denpasar, serta Tri Sofyani Effendi dari Ngawi.
Selama pelaksanaan UKW, para peserta mengikuti sejumlah materi dan pengujian yang berkaitan dengan kompetensi kewartawanan, di antaranya penulisan berita, wawancara, serta pemahaman dan penerapan etika jurnalistik.
Bagi Rosbinner Hutagaol, UKW menjadi bagian penting dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalitas wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Ini menjadi motivasi untuk kawan-kawan di AKPERSI dan wartawan Riau lainnya. Mudah-mudahan ke depan ada yang bisa melanjutkan ke jenjang Madya dan Utama,” ujar Rosbinner.
Menurutnya, peningkatan kompetensi wartawan perlu terus dilakukan agar kualitas kerja jurnalistik semakin baik dan tetap berpedoman pada ketentuan serta etika profesi.
Sementara itu, Redaktur MZK News, Martha Syaflina, mengapresiasi kelulusan seluruh peserta dari MZK News yang mengikuti UKW.
“Alhamdulillah kita semua lulus. Tapi UKW ini bukan berarti yang belum ikut tidak kompeten. Hanya saja belum teruji secara resmi,” kata Martha.
MZK Institute Lakukan Pembinaan Sejak 2021
Persiapan peserta UKW juga dilakukan melalui pembinaan jurnalistik yang diselenggarakan MZK Institute. Lembaga tersebut telah melakukan pembinaan terhadap wartawan sejak 2021.
Direktur MZK Institute, Khoirul Anam, mengatakan pembinaan dilakukan sebelum peserta mengikuti UKW, mulai dari persiapan administrasi hingga latihan materi yang berkaitan dengan pelaksanaan ujian.
“Kita lakukan pembinaan terlebih dahulu agar saat mengikuti ujian mereka sudah siap, baik secara teknis maupun mental,” ujar Anam.
Anam berharap pelaksanaan UKW dapat menjadi salah satu sarana peningkatan kualitas dan profesionalitas wartawan, khususnya dalam menghasilkan pemberitaan yang sesuai dengan prinsip jurnalistik dan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pers.
“UKW bukan hanya ujian, tetapi juga menjadi tempat belajar dan membangun jejaring,” katanya.
Pelaksanaan UKW tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya peningkatan kompetensi wartawan melalui pengujian kemampuan jurnalistik secara profesional dan terukur.
Redaksi
